kebebasan ada 2, kebebasan positif dan kebebasan negatif. Penggunaan lain kemudian sebuah kondisi negatif dimana individu dilindunggi dari tirani dan arbrituari yang dilakukan oleh otoritas, sementara yang sebelumnya memasukan hak untuk memakai hak sipil, seperti pembuatan kantor.
Kebebasan berbicara adalah kebebasan yang mengacu pada sebuah hak untuk berbicara secara bebas tanpa adanya tindakan sensor atau pembatasan akan tetapi dalam hal ini tidak termasuk dalam hal untuk menyebarkan kebencian. dapat diidentikan dengan istilah kebebasan berekspresi yang terkadang digunakan untuk menunjukkan bukan hanya kepada kebebasan berbicara lisan, akan tetapi, pada tindakan pencarian, penerimaan dan bagian dari informasi atau ide apapun yang sedang dipergunakan. walaupun Kebebasan berbicara dan kebebasan berekspresi yang terkait erat dengan sebuah kebebasan, namun berbeda dan tidak terkait dengan konsep kebebasan berpikir atau kebebasan hati nurani
Manusia tidak bisa bebas,karena manusia punya batasan-batasan..ada banyak norma yang dibuat untuk bisa membatasi manusia..karena hidup bebas tanpa aturan kehidupan akan menjadi kacau..
pembatasan itu sendiri dibuat bukan seakan-akan untuk menghentikan ekspresi dari manusia..
Agama,memiliki norma yang harus diikuti oleh umat'a...dimana umat beragama dilarang untuk berbuat kejahatan..dilarang melakukan hal yang merugikan orang lan..
hal ini bukan semata-mata untuk membuat umat bergama jadi terbatasi..
namun hal ini untuk membuat umat agama menjadi tentram hidupnya.
kebebasan kepada anak,
orang tua selalu memberikan batasan-batasan kepada anak-anaknya.. seperti agama yg dianut sang anak selalu sama dengan orang tuanya..
namun kelak dewasa sang anak bebas memilih agama yang akan dianutnya..
orang tua hanya memberikan masukan untuk kehidupan yang baik untuk anaknya..
membatasi pertemanannya,agar sang anak tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas..namun batasan2 yang dibuat orang tua kepada anaknya bukan semata sang orang tua tak prcaya dengan anaknya kan???
seperti halnya puisi karya chairil anwar "AKU"..
Kalau sampai waktuku
'Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
dalam puisi "AKU" chairil anwar menggambarkan kebebasaannya..
tidak peduli apapun yang menghadang dia tetap Yakin,,
"Bebas bukan berarti Lepas"





