Showing posts with label Etika Profesi. Show all posts
Showing posts with label Etika Profesi. Show all posts

Tugas 2 Etika Profesi

Tugas 2 Etika Profesi


Nama : Iffah Mawaddatunnisa 
NPM : 31408024
Kelas : 3ID01




1. Jelaskan tentang tata tertib kehidupan dikampus yang berlaku umum untuk semua civitas  
    academica! Apakah aturan tata tertib memang diperlukan di lingkungan kampus? Jelaskan    
    alasannya!
    Jawaban:

Tata tertib yang berlaku umum untuk semua civitas academica di kampus sangat banyak, seperti buanglah sampah pada tempatnya, dilarang merokok di koridor, dan banyak aturan-aturan yang harus ditaati diareal sekitar kampus. Aturan-aturan itu ada atau dibuat bukanlah untuk dilanggar, namun untuk ditaati.

Aturan tata tertib sangat diperlukan didalam lingkungan kampus, karena aturan yang ada bermanfaat untuk orang-orang yang berada dilingkungan itu juga. Bayangkan kalau tidak ada aturan untuk “dilarang membuang sampah sembarangan” akan ada banyak sampah yang bertebaran dilingkungan kampus yang akan menyebabkan bibit penyakit tumbuh, selain itu juga tidak enak dipandang mata. Hal ini dapat mengganggu system kehidupan yang telah ada. Seperti, system belajar, kesehatan, dan lain-lain.

Aturan-aturan tersebut dibuat tidak mungkin tanpa ada alasan, sekalipun ada yang mengatakan, “sudah ada office boy kenapa harus membuang sampah ditempat sampah? Biar saja OB yang mengerjakan. Kan mereka dibayar untuk melakukan itu semua”, tidak mungkin dengan begitu entengnya dapat mengatakan hal itu, sebab, sekalipun OB ada, setiap orang harus menjaga kebersihan itu juga, karena manfaat terbesar untuk kehidupan para civitas kampus juga.



2. Jelaskan perilaku/sikap/tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan oleh mahasiswa dikampus!
    Berikan minimal 10 contoh nyata yang saudara amati dan solusi yang saudara tawarkan!
    Jawaban:

  1. Merokok: merokok bisa mengganggu banyak mahasiswa maupun dosen yang tidak merokok, maka sebaiknya disediakan ruangan tersendiri khusus perokok.
  2. Buang sampah sembarangan: meningkatkan kembali kesadaran civitas campus untuk lebih peduli terhadap lingkungan
  3. Telambat: mendisplinkan diri sendiri dengan membiasakan diri dengan hal yang baik
  4. Tidak mengerjakan tugas: tugas merupakan tanggung jawab pribadi, maka mulailah dari diri sendiri.
  5. Melawan dosen: Dosen adalah orang tua di kampus, maka hormatilah dia seperti menghormati orang tua kita sendiri.
  6. Membawa obat terlarang: Obat-obat terlarang sangat berbahaya, say no to drugs.
  7. Meminum minuman keras: Minuman keras dapat memabukan dan menganggu kegiatan perkuliahan, jangan pernah meminum-minuman keras di campus.
  8. Berpakaian seksi: berpakaian seksi dapat mengganggu system pembelajaran, makan gunakanlah pakaian yang pantai untuk kuliah.
  9. Mencuri: mengambil hak orang lain itu dilarang oleh hukum
  10. Mencontek: mencontek sama dengan mencuri!!

  
3. Jelaskan perilaku/sikap/tindakan yang seharusnya dilakukan oleh mahasiswa di kampus!
    Berikan minimal 10 contoh!

    Jawaban

  1. Belajar merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh mahasiswa.
  2. Membuang sampah pada tempatnya agar lingkungan kampus lebih nyaman.
  3. Datang tepat waktu agar tidak menganggu kegiatan belajar.
  4. Berpakaian rapi agar enak lihat mata dan tidak mengganggu system belajar.
  5. Menghormati dosen merupakan sikap yang wajib dilakukan oleh orang yang lebih muda.
  6. Tidak melakukan plagiatisme karena itu mengambil karya orang lain.
  7. Sopan kepada setiap orang yang berada dilingkungan kampus.
  8. Ramah kepada setiap orang
  9. Jujur, agar dapat dipercaya.
  10. Baik kepada setiap orang, karena kebaikan akan memudahkan semuanya.

4. Isilah checklist berikut dengan jujur!, jawablah dengan Ya atau Tidak

    Jawaban:
  1. Saya selalu berpakaian yang pantas/sesuai dan rapi setiap kali ke kampus(YA)
  2. Saya selalu mengenakan sepatu setiap kali pergi ke kampus (YA)
  3. Saya selalu datang tepat waktu ke ruang kuliah(TIDAK)
  4. Saya merasa bersalah bila datang terlambat di kelas(YA)
  5. Saya kadang-kadang ngobrol dengan teman pada saat dosen mengajar(YA)
  6. Saya selalu membuat catatan kuliah(TIDAK)
  7. Saya menyapa dosen yang mengajar di kelas saya(YA)
  8. Saya mengenal semua dosen yang mengajar saya(YA)
  9. Saya membuang sampah selalu pada tempatnya(YA)
  10. Saya mengingatkan teman yang mebuang sampah sembarangan(YA)
  11. Saya mengatur kembali bangku dikelas setelah kuliah selesai(TIDAK)
  12. Saya tidak merokok di dalam gedung/ruangan(YA)
  13. Saya dikampus pernah ditegur orang lain karena sikap/perilaku saya yang tidak patut(TIDAK)
  14. Saya pernah menegur mahasiswa lain yang melakukan tindakan tidak pantas dikampus(TIDAK)
  15. Saya tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh mahasiswa lain di kampus, sepenuhnya adalah tanggung jawab mereka(YA)
  16. Saya percaya pada kemampuan sendiri(TIDAK)
  17. Saya pernah nyotek pada saat ujian(YA)
  18. Saya pernah melakukan plagiat terhadap karya orang lain(TIDAK)
  19. Saya memberi kontribusi untuk perbaikan suasan akademik di lingkungan kampus(TIDAK)
  20. Saya lebih senang bekerja sendiri daripada kerja kelompok(TIDAK)






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Etika Profesi dalam Bidang Keteknikan

TUGAS 1
ETIKA PROFESI

Nama : Iffah Mawaddatunnisa
NPM : 31408024
Kelas : 3 ID 01

Jelaskan alasan perlunya etika profesi dalam bidang keteknikan! Apa yang akan terjadi bilamana profesi keteknikan tanpa etika?
Jawaban:
          Pengertian etika ialah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, etika juga merupakan ilmu tentang hak dan kewajiban moral atau akhlak. Sedangkan, profesi atau bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Sehingga pengertian etika profesi adalah suatu ilmu mengenai hak dan kewajiaban yang diladasi dengan pendidikan keahlian tertentu salahnya dalam bidang keteknikan. Bidang keteknikan merupakan suatu bidang yang berorientasi dalam menyelesaikan masalah. Sehingga pada aplikasinya etika profesi bidang keteknikan ini merupakan suatu ilmu tentang hak dan kewajiban untuk menyelesaikan masalah dalam suatu pekerjaan. Dasar ini merupakan hal yang diperlukan dalam bidang keteknikan. Sehingga tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang menyebabkan ketidaksesuain dengan bidang tersebut. Profesionalisme sangat penting dalam suatu pekerjaan, bukan hanya loyalitas. Sehingga, etika profesilah yang sangat penting. Bidang keteknikan tergabung atas berbagai bidang, dimana dalam bidang pekerjaan disini akan ada banyak orang yang tergabung, tidak menutup kemungkinan terdapat teman, saudara ataupun orang yang dicinta. Sehingga ketika hendak mengambil keputusan tidak terjadi penyimpangan, oleh sebab itu etika disini sangat dibutuhkan, sehingga tidak terjadi ketidakadilan. Salah tetap salah dan benar tetap benar.
         Etika sangat penting dalam menyelesaikan suatu masalah dalam bidang keteknikan, sehingga bila suatu profesi keteknikan tanpa etika akan terjadi penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan terjadinya ketidakadilan. Ketidakadilan yang dirasakan oleh orang lain akan mengakibatkan kehilangan kepercayaan. Kehilangan kepercayaan berdampak sangat buruk, karena kepercayaan merupakan suatu dasar atau landasan yang dipakai dalam suatu pekerjaan.


Beri contoh minimal tiga kasus pelanggaran etika profesi yang pernah terjadi di bidang profesi keteknikan! Apa dampak yang ditimbulkan?
Jawaban:
         Bidang keteknikan pada bidang teknik mesin, seorang montir memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki mesin, salah satu contohnya montir mobil, montir tersebut mengetahui apa saja kerusakan pada mesin mobil tersebut. Bagian yang rusak dari mobil itu sebenarnya hanya ada satu bagian, namun montir tersebut berbohong dengan mengatakan ada bagian lain yang harus diganti juga. Dia tau bahwa pelangganya tidak begitu merti mengenai mobil, sehingga dia melakukan hal tersebut. Dengan kejadian tersebut pelanggan tersebut terpaksa harus mengeluarkan uang banyak untuk memperbaiki mobilnya. Ketika pelanggan tersebut pindah ke bengkel lain dan mengetahui kenyataannya, maka pelangga itu tidak percaya lagi dengan bengkel tersebut dan tidak akan kembali ke bengkel tersebut. Akibat pelanggaran yang dilakukan, bengkel tersebut kehilangan satu pelanggan, kemungkinan kejadian tersebut akan tersebar keorang lain sehingga bengkel tersebut berdampak menjadi sepi pelanggan.
         Bidang keteknikan pada bidang teknologi, salah satu jaringan komunikasi terkenal diindonesia membuat iklan yang luar biasa untuk menarik pelanggan. Iklan tersebut berisi janji-janji, baik biaya telepon murah, gratis sms, dan lain-lain. Namun jaringan tersebut membuat suatu masalah dengan mengecilkan kecepatan, secara teori memang dengan biaya murah kecepatannya pasti berkurang, namun bagi pelangga itu tidak berlaku, sehingga kejadian tersebut dianggap sebagai penipuan publik, dan ini merugikan pelanggan.
        Bidang keteknikan dibidang industri, sebuah industri makanan dijakarta, memproduksi jajanan makanan sekolah, makanan tersebut mengunakan pewarna agar menarik anak-anak, namuan pewarna makanan yang asli warnanya tidak begitu menarik dan mahal. Pembuat makanan tersebut melakukan hal nakal dengan menganti pewarna makanan tersebut dengan pewarna baju atau rodamin B. Hal itu dilakukan karena pewarna baju lebih menarik warnanya dan harganya lebih murah. Pembuat makanan tersebut padahal tau bahaya dari pewarna tersebut, yaitu dalam jangka pendek dapat menyebabkan keracunan dan dalam jangka panjang dapat menyebabakan penyakit kanker. Namun, walapun sudah mengetahui hal tersebut dia tetap mencampurkan zat berbahaya tersebut kedalam jajanan anak-anak tersebut. Etika profesi tidak digunakan sama sekali oleh mereka, karen mereka sudah tidak bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dia lakukan dan tidak meperdulikan kesehatan anak-anak.

Dalam sebuah laboratorium riset dengan 50 orang peneliti telah terjadi kebocoran yang menyebabkan terinfeksinya para pekerja oleh bakteri mematikan. Dalam waktu singkat telah jatuh 10 korban jiwa. Untuk menghambat penyebaran bakteri yang belum ditemukan obat penangkalnya, dilakukan isolasi terhadap fasilitas tersebut. Namun demikian, potensi ancaman kematian masih menghantui 100 ribu penduduk kota tersebut. Satu-satunya cara untuk menghentikan penyebaran penyakit tersebut adalah dengan membumihanguskan instalasi riset tersebut dengan bom, yang akan meluluhlantakkan fasilitas tersebut termasuk para peneliti di dalamnya. Jelaskan bagaimana cara menyelesaikan dilemma moral tersebut menurut faham:
a. Kantianisme
b. Utilitarianisme
Jawaban:
         Kantianisme adalah etika non-konsekuensialisme, karena penekanannya pada kewajiban, maka pemeliharaan sebagai etika kewajiban. Paham tersebut mengartikan bahwa etika profesi yang harus dilakukan adalah menjalankan kewajiban, dimana disini diwajibkan untuk membumi hanguskan instalasi riset tersebut dengan cara dibom untuk menolong jumlah manusia yang lebih banyak.
         Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Paham ini mengartikan bahwa dalam pengambil keputusan untuk penyelesaian dari kasus tersebut harus dilihat dari sisi untung dan ruginya. Dimana dari kasus tersbut kerugian yang didapat lebih banyak dibandingkan dengan keuntungan yang didapat, sehingga dengan begitu keputusan terbaik adalah membumi hanguskan instalasi riset tersebut.

Referensi:
http://google.com/
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS